Tampilkan postingan dengan label hipnotis surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hipnotis surabaya. Tampilkan semua postingan

Belajar Hipnotis | Pelatihan Hipnotis Surabaya dan Jakarta

Sekolah Belajar Hipnotis Surabaya dan Jakarta


Belajar Hipnotis Surabaya
Berikut ini kita akan belajar empat teknik dasar untuk menghasilkan sebuah Hypnosis Trance State, sebenarnya cara untuk mebawa subyek ke kondisi hipnotis mempunyai banyak variasi teknik namun bisa disederhanakan menjadi 4 teknik dasar yang dapat membuat orang masuki kondisi Trance Hypnosis , sebagai berikut:
  • Membuat subyek lelah
  • Membuat subyek bosan
  • Membuat subyek kaget,
  • dan Membuat pikiran subyek sibuk.
Sedangkan bila dilihat dari seberapa cepat prosesnya maka induksi bisa dibagi menjadi tiga jenis:
  • Converstational/ Distant Induction : Induksi ini butuh waktu lebih dari lima menit, biasanya ini terjadi saat seseorang hypnotist mempraktekan teknik Progressive Relaxation.
  • Rapid Induction: Induksi ini butuh waktu sekitar lima menit dan teknik induksi yang digunakan adalah Elman Induction yang biasanya digunakan dalam hipnoterapi
  • Speed Induction: Induksi yang hanya membutuhkan waktu 5 detik dan biasanya digunakan dalam Stage maupun Street Hipnosis
Apa Saja Kelebihan Sekolah HIPNOTIS IHS???
  1. Kurikulum Profesional dan berkualitas standar Indonesian Hypnosis Society
  2. Jaminan GARANSI Pasti Berhasil
  3. Anda Akan Diajarkan pelatihan hipnotis ala master seperti yang di televisi tanpa bohong/penipuan dan langsung dibuktikan
  4. Investasi Harga Workshop kami adalah yang termurah, tercepat dan terlengkap
Selanjutnya kita akan belajar Speed Induction karena dalam konteks Stage ataupun Street Hipnosis kita harus melakukan sebuah induksi yang cepat dan terlihat hebat, karena kita tidak ingin buat pertujukan membosankan bukan?dan bisa jadi malah membuat audience kabur 
Lalu induksi apa yang digunakan dalam hipnoterapi?
Dalam konteks terapi kita harus menggunakan induksi yang elegan dan berEtika, hampir sebagian besar hipnoterapis menggunakan dave elman induction karenasangat efektif membawa klien menuju kedalaman trance tanpa membutuhkan waktu yang terlalu lama. 
Tempat Kursus Hipnotis Cepat  Surabaya dan Jakarta Pelatihan Hipnoterapi Masal dan privat 

Ingin memaksimalkan potensi pikiran dan komunikasi Anda???
Ingin belajar hipnotis lebih dalam??

Indonesian Hypnosis Society, Organisasi Hipnotis yang berdiri sejak 2009 dan telah meluluskan ribuan alumni dari berbagai latar belakang. kamilah yang mengajarkan praktik hipnotis apangan pertama kalinya di Surabaya.

Informasi lebih lanjut, silahkan klik salah satu link berikut ini;




...

hipnotis di surabaya | Keju Merusak Kualitas Sperma


Keju yang biasa disantap, ternyata bisa mempersulit pria menghamili istrinya.

Penelitian Harvard menunjukkan bahwa pria yang memakan tiga slice keju (3 ons) sehari memiliki kualitas sperma yang 'memble'.

Tak hanya keju, beberapa produk makanan terbuat dari susu diperkirakan memberikan risiko yang sama.

Pemimpin penelitian Myriam Afeiche dari Harvard School of Public Health di Boston, AS menjelaskan hormon estrogen sapi betina dalam susu mungkin menjadi penyebabnya, meskipun belum diketahui secara pasti.

"Hal lain seperti adanya kandungan senyawa, seperti pestisida, polusi terklorinasi dan logam berat mungkin turut mempengaruhi," jelasnya.

Kecepatan berenang dan bentuk yang baik menunjukkan kualitas sperma tersebut baik. Namun, mengonsumsi tiga porsi makanan penuh lemak susu per hari malah menurunkan 25 persen kualitas sperma. 

hasil pencairan::
- hipnotis
- belajar hipnotis  cepat
...

HIPNOTIS SURABAYA - Motor terbang

Info Pelatihan hipnotis di Jakarta & Surabaya, klik www.hipnotis-indonesia.com

-----------------------------------------------------

Kendaraan mengambang ini mungkin tidak akan melesat melewati hutan lebat dengan mudah seperti motor-motor di film "Return of the Jedi" Star Wars, namun kendali intuitifnya memungkinkan orang untuk menerbangkannya tanpa pelatihan pilot.



Kendaraan udara ini menyerupai motor terbang di film-film fiksi ilmiah dengan dua rotor sebagai pengganti roda. Rancangan awal motor ini sempat diabaikan pada 1960an karena masalah stabilitas saat miring. Namun Aerofex, perusahaan yang berbasis di California, memperbaiki masalah keseimbangan di motor terbang ini dengan membangun sistem mekanik yang dikendalikan di dekat lutut. Kendaraan ini pun bisa mengantisipasi gerakan miring pilot dan mengendalikan keseimbangan dengan cara yang lebih alami.

"Bayangkan saja seperti menurunkan batas terbang, sampai ke area ATV (kendaraan lintas medan)," kata Mark De Roche, insinyur ruang angkasa dan pendiri Aerofex.

Kendali intuitif seperti itu memungkinkan dokter untuk mengunjungi pasien-pasien di daerah terpencil tanpa jalan atau petugas daerah perbatasan menjalankan tugasnya tanpa melalui pelatihan pilot. Semuanya bisa terjadi tanpa kebutuhan listrik, kecerdasan buatan, atau perangkat lunak penerbangan.

"Pada dasarnya alat ini menangkap dua dari tiga axis (bergerak maju, berguling, dan miring) dan mengaktifkan kendali aerodinamis untuk menyeimbangkan berbagai gerakan ini," kata De Roche pada InnovationNewsDaily. "Karena gerakan pilot dalam menyeimbangkan pesawat ini menggunakan naluriah dan kontan, kendali ini jadi sangat mudah."



Tetapi Aerofex tidak berencana untuk segera mengembangkan dan menjual kendaraan ini. Perusahaan ruang angkasa ini menjadikan motor terbang ini sebagai platform untuk menguji pesawat penyerang tanpa awak -- kendaraan ini bisa digunakan untuk mengerjakan lahan pertanian atau mengantar obat-obatan buat tim SAR di kawasan yang sulit dijangkau.

Bahkan tentara atau satuan khusus bisa menggunakan robot semacam ini untuk membawa atau mengantar suplai berat di antara gedung-gedung tinggi yang sempit. Angkatan Laut AS sudah mulai menggunakan robot helikopter untuk mengantar suplai di Afghanistan.

Robot terbang ini mungkin tidak akan terbang seefisien helikopter karena rotor baling-balingnya yang lebih pendek, namun dengan ukuran tersebut, rotor ini bisa lebih aman berada dekat dengan manusia.

"Robot ini mampu terbang di antara pohon, dekat dengan tembok, dan di bawah jembatan."

Aerofex tengah membatasi pengujian terbang dengan manusia hanya sampai ketinggian 15 kaki atau 4,5 meter dan kecepatan 48 km per jam, lebih atas dasar kehati-hatian daripada batasan teknologi. Versi tua kendaraan ini bisa bergerak secepat helikopter, kata De Roche.

Uji terbang di Gurun Mojave California adalah dasar dari presentasi ilmiah soal pencapaian Aerofex di Konferensi Future Vertical Lift pada Januari 2012 lalu. Aerofex berencana menerbangkan versi kedua kendaraan ini pada Oktober, serta versi robotnya pada akhir 2013.
...

Belajar Hipnotis | Hipnotis Surabaya & Jakarta


KLINIK HIPNOTERAPI

Informasi yang ada disitus ini seputar Layanan Hypnotherapy Professional, hipnoterapisendiri adalah salah satu dari aplikasi ilmu hipnosis bisa dikatan sebagai metode psikoterapi yang efektif, cepat dan permanen untuk menyelesaikan masalah psikis dan psikosomatis. Semua therapist kami adalah therapist professional yang sudah memiiki jam terbang tinggi dalam menangani banyak kasus terapi dari kien yang beragam, therapist kami minimal juga telah mendapat sertifkat Cht (Certified Hypnotherapist) dari Indonesian Hypnosis Society >>LebihLanjut<<

 
...

Forensic Hypnosis - Hipnotis surabaya - hipnotis jakarta


Pelatihan hipnotis surabaya & jakarta -> Forensic Hypnosis
While there are a number of similarities between the application of investigative and therapeutic hypnosis, there are distinct and important differences. This information will delineate the salient factors associated with both approaches.

Initial Interview: The initial interview, rapport building and evaluation of the witness/victim or client/patient are similar but an investigative session is more demanding regarding the keeping of records. In an investigative session, it is imperative that all contact between the witness/victim and the hypnotist be audio and/or video recorded. While most, if not all clinicians, keep a patient file and records of contact, there is no compelling reason, in most cases, to keep an audio and/or video record of all patient contacts.

Induction: The induction phase of the sessions could be the same in both therapeutic and investigative application. It is recommended that a standard induction, such as progressive relaxation be used in a forensic session and this is also commonly used in therapeutic sessions. Esoteric and "showy" rapid inductions are not recommended for investigative sessions. You need to remember that everything you say and do is being recorded and may be viewed by a jury. You may also be required to explain why you did what you did at any given time during the session. The same thing holds true regarding the use of deepening techniques. There is no reason that deepening techniques can not be used in a forensic session; however, if such techniques are employed, they should involve counting, silence or other common and straight forward approaches as opposed to pressure techniques, which may be subject to misinterpretation as wittingly or unwittingly cuing the witness/victim. This admonition is also true regarding the use of depth scales and challenges. As a general rule, permissive techniques are preferred over authoritarian ones in a forensic session.
Forensic Hypnosis  The purpose of a forensic session is to refresh the subject's memory. The purpose of a therapeutic session is to assist the patient/client in resolving conflicts and achieving therapeutic goals. In an investigative session it is imperative that you use neutral non-leading questions and do not contaminate the subject's memory. Clinicians are typically not accustomed to this approach and thus may resort to using their clinical skills during the session. This is, of course, the right thing to do in a therapeutic session, but the wrong thing to do in a forensic session. This is the portion of the procedure that holds the most risk for the integrity of the hypnotic interview. If the proper procedural guidelines (See Zani for Texas) are not followed, the witness/victim post hypnosis recall may not be admissible in court regarding their recollections of the crime. This may vary depending upon the state in which you practice.
The de-hypnotizing (wake up) portion of the therapeutic and investigative sessions is similar, if not identical. Simply counting the subject up from 1 to 10 is a common technique in both approaches. It is also common to give suggestions for well being during this part of the session. This is permissible in both forensic and therapeutic settings. Again, acceptable techniques should always be employed.

Posthypnotic Differences: Finally, the posthypnotic portions of both the forensic and therapeutic sessions are similar but there are distinct and important differences. Clarification of questions is permissible during this part of the forensic session, just as it was during the pre-hypnotic interview. However, you need to be careful not to ask leading questions or be suggestive during this final part of the investigative session as was true during the information eliciting phase. This is, of course, not an issue during a therapeutic session. Another important difference is typically associated with the closing of the session. In a therapeutic session, the clinician will usually answer the patient's questions, clarify and discuss clinical issues and finally make an appointment for the next visit. In a forensic session you will most likely only see the subject once. You should tell the subject that he/she should contact the case investigator in the event of recall of additional information or any questions regarding the case. In the event they do contact you, it is mandatory that a record of that contact be made.
The pictorial depiction of an investigative and therapeutic session may be helpful in clarifying the overall relationship between the two approaches. In an investigative session it is necessary that all contact between the subject and the hypnotist be recorded from hello to good-bye. Failure to follow the proper guidelines may result in information that has no legal status in that it is not admissible. As a forensic investigator, it is your goal to elicit and uncover memories that were not readily available before; however, it is also your goal to do this in a way that will not jeopardize the witness/victim's opportunity to testify about the crime. Proper training and knowledge of legal requirements will assure that the forensic hypnotist does not jeopardize the witness/victim's right to a day in court.

"pelatihan hipnotis, hipnotis jakarta, hipnotis surabaya, forensic hypnosis, hypnosis"
...

belajar hipnotis surabaya


"hipnotis surabaya, belajar hipnotis, hipnotis jakarta, emma watson"

Emma Watson dikenal sebagai bintang yang sangat mengedepankan kuliah ketimbang karier. Namun kini, pemeran Hermione Granger dalam sekuel HARRY POTTER itu malah bertindak sebaliknya.
Bintang 22 tahun itu memutuskan untuk menunda kuliahnya hingga tahun 2013. Mahasiswa Brown University tersebut rupanya ingin berkonsentrasi pada beberapa judul film yang sedang dia bintangi.
"Emma memutuskan cuti satu semester lagi di Brown. Dia bingung dengan tawaran main film dan sejumlah film yang kini sedang dipromosikan. Dia merasa harus memilih jalan pintas," ungkap salah satu sumber pada Dailymail.
Setelah menempuh saat-saat menyenangkan sebagai mahasiswa transfer di Oxford University, dia akan kembali pada Januari 2013 mendatang. Padahal awalnya, dia berencana kembali ke Brown pada September mendatang.
Maret 2011, dia juga sempat mengumumkan bahwa dia menunda kuliahnya di universitas yang ada di Rhode Island tersebut. Sempat beredar kabar bahwa dia takkan kembali ke sana lantaran dibully teman-temannya. (dym/ris)


hipnotis surabaya, belajar hipnotis, hipnotis jakarta, emma watson
...

hipnotis surabaya, mark Zuckerberg kehilangan saham facebppk


Beajar hipnotis surabaya- , California - Merosotnya saham Facebook akhir-akhir ini membuat sang pendiri sekaligus pemilik saham Facebook, Mark Zuckerberg, mesti merelakan duitnya. Akibat anjloknya saham pada penutupan bursa Rabu, 25 Juli 2012 waktu setempat, Mark kehilangan hampir US$ 3 miliar atau sekitar Rp 28,3 triliun.
Kini jumlah sahamnya hanya sekitar US$ 11,8 miliar, jauh dari saat penawaran saham perdana (IPO) Facebook yang sebesar US$ 19 miliar.
Merosotnya saham Facebook tak hanya terjadi beberapa hari terakhir ini. Usai IPO pada 18 Mei kemarin Facebook terus berjuang agar sahamnya tak turun.
Di hari pertama IPO, saham jejaring sosial tersebut sempat naik dari US$ 38 menjadi US$ 45 per lembar. Namun kemudian harga saham itu naik-turun pada hari-hari berikutnya.
Fluktuasi saham paling bergelombang terjadi pada beberapa hari belakangan. Awalnya Zynga, perusahaan yang menempatkan permainan di Facebook, melaporkan perolehan laba mereka turun drastis. Ini membuat para investor Facebook ketakutan.
Namun kemarin Facebook menyebutkan pendapatan laba kuartal kedua mereka melebihi perkiraan para analis dan meninggalkan ketidakyakinan bursa. Hal itu terjadi karena perusahaan tersebut telah berhasil meningkatkan jumlah penggunanya menjadi 955 juta yang menyebabkan naiknya jumlah dolar yang mereka peroleh.
mark Zuckerberg, facebook, hipnotis surabaya, belajar hipnotis jakarta
Selain itu, meski usai IPO saham Facebook sempat anjlog, Mark justru mendapat keuntungan. Ini terjadi saat suami Pricilla Chan itu menjual sebagian sahamnya karena mesti membayar pajak. Penjualan tersebut membuat Mark untung besar dan akan membuat lainnya iri. Dia menjual 30,2 juta saham dengan harga US$ 37,58 per lembar. Membuat kantongnya mendapat pemasukan lebih dari US$ 1,1 miiliar dari hasil keuntungan.
...

Belajar hipnotis surabaya -> Hukum mimpi basah sehabs sahur?

Hipnotis Surabaya & hipnoterapi jakarta, Bagaimana kalau mimpi basah abis sahur? Apakah puasa saya tetap sah sampai Magrib?
(Bamby, Semarang)

Apabila kita sedang berpuasa, melakukan sesuatu yang membatalkan puasa tanpa kesadaran atau tanpa kesesengajaan, misalnya makan atau minum, maka puasanya tidak batal karena dilakukan tanpa kesengajaan atau tanpa kesadaran. 

Mimpi basah terjadi tanpa niat dan tanpa kesengajaan orang yang mengalaminya. Mimpi basah terjadi karena proses biologis ketika kapasitas sperma sudah melewati ambang batas, maka sperma itu keluar lewat mimpi, yang kemudian disebut mimpi basah. 



Karena mimpi basah itu terjadi di luar kesengajaan atau kesadaran kita, maka hukumnya sama seperti kita makan atau minum tanpa sengaja. Oleh karena itu, puasanya tetap sah dan harus dilanjutkan hingga magrib. 

Ada beberapa aktivitas yang mungkin oleh sebagian orang dinilai dapat membatalkan puasa, termasuk mimpi basah. Padahal jika merujuk pada keterangan-keterangan yang sahih dari Nabi Muhammad SAW ternyata hal tersebut tidaklah membatalkan puasa. Apa sajakah itu?

Gosok gigi
Islam memerintahkan kita menjaga kebersihan, salah satunya dengan menjaga kebersihan gigi. Karena itu menggosok gigi tetap dianjurkan walau sedang berpuasa. Hal ini mengacu ke hadis, Amir bin Rabi’ah R.A. mengatakan, “Aku melihat Rasulullah SAW menggosok gigi padahal beliau sedang puasa” (H.R. Ahmad dan Bukhari).

Muntah & mimpi basah
Orang yang muntadan mimpi basah puasanya tidak batal karena itu di luar kemampuan dirinya. Sebagaimana hadits, “Tidak batal orang yangmuntah, yangmimpi hubungan seks, dan berbekam (diambil darah).” (H.R. Abu Daud).

"hipnotis, hipnoterapi, pelatihan hipnotis, belajar hipnotis, hipnotis surabaya, hipnoterapi jakarta"

Mencium istri
Istri Rasulullah SAW. Ummu Salamah r.a. mengatakan, “Nabi Muhammad SAW menciumku padahal beliau sedang puasa" (H.R. Tirmidzi).

Diriwayatkan dari Aisyah R.A., “Nabi Muhammad SAW memeluk dan mencium (istrinya) ketika sedang berpuasa, dan beliau lebih mampu menahan diri dari siapa pun di antara kalian” (H.R. Bukhari).
 
Diambil darah
Diambil darah saat puasa untuk keperluan laboratorium atau sebagai donor darah tidak membatalkan puasa kecuali jika dengan donor tubuh menjadi lemah (drop), diperbolehkan untuk berbuka. Hal ini mengacu pada hadis, “Nabi Muhammad SAW berbekam (diambil darah) ketika beliau puasa” (H.R. Bukhari).

Mandi siang hari
Mandi di siang hari tidak membatalkan puasa sebagaimana keterangan seorang sahabat berikut, “Aku melihat Rasulullah SAW menuangkan air di kepalanya ketika puasa karena cuaca panas” (H.R. Ahmad).

Berkumur-kumur
Umar R.A. berkata, "Suatu hari aku merasa gembira kemudian aku mencium [istriku] padahal aku sedang puasa. Lalu aku mendatangi Nabi Muhammad SAW kataku, 'Hari ini saya melakukan kesalahan besar, saya mencium istri padahal sedang puasa,' Rasulullah SAW bersabda, 'Apa pendapatmu jika kamu berkumur dengan air, padahal engkau puasa?' Aku menjawab,'Tidak apa-apa,' Nabi bersabda, 'Lalu mengapa?'" (H.R. Ahmad dan Abu Daud)



"hipnotis, hipnoterapi, pelatihan hipnotis, belajar hipnotis, hipnotis surabaya, hipnoterapi jakarta"
...